Review, Teknologi, Games dan Informasi Terkini

Frimware Apa ya?

Agustus 20, 2018

Jika Hardware merupakan perangkat keras pada komputer dan software merupakan perangkat lunak, lalu apa yang dimaksud dengan firmware ini? Untuk itu, pada ulasan kali ini saya akan membahas ulasan mengenai firmware  . Frimware Itu apa ya ?

Pengertian Firmware

Biasanya kita sering mendapatkan pemberitahuan melalui gadget yang selalu kita gunakan, misalnya saja pemberitahuan mengenai upgrade firmware kamera yang ada pada gadget agar kualitasnya semakin membaik dengan tools yang ditambah untuk lebih memudahkan kita dalam penggunaannya. Firmware adalah termasuk seperti perangkat lunak atau sekumpulan instruksi yang sudah diprogram sedemikian rupa pada sebuah perangkat hardware dengan tujuan sebuah hardware dapat bekerja. Bisa dibilang  firmware mirip-mirip dengan sistem operasi pada sebuah komputer.

Komputer tanpa sistem operasi tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar, penggunanya tidak dapat memberikan inputan perintah yang dapat diproses komputer. Begitu pula halnya dengan firmware. Tanpa adanya firmware dalam perangkat keras, maka sebuah perangkat keras tidak dapat menerima perintah untuk dieksekusi. Walau begitu, terdapat perbedaan antara firmware dan software yang akan dibahas di poin selanjutnya.

Mungkin dari begitu banyaknya pengguna komputer di dunia sekarang ini, masih ada yang bingung dengan perbedaan firmware dan software. Memang hal tersebut sudah tidak menjadi rahasia lagi, karena cukup banyak pengguna PC yang bisa mengoperasikan komputer, tapi tidak mengetahui fungsi dari perangkat tambahan serta aksesorisnya. Firmware dalam bahasa Indonesia sering disebut juga dengan perangkat tegar. Istilah ini mengacu pada perangkat lunak yang disimpan di penyimpanan read-only yang tidak bisa berubah saat tidak dialiri oleh aliran listrik.

Firmware terdiri dari program komputer yang menyediakan kontrol low-level untuk sebuah perangkat keras. Artinya, firmware ini seperti tertanam dalam tiap unit perangkat keras, seperti misalnya alat-alat elektronik dan komponen pada komputer. Tidak ada batasan yang jelas yang dapat memisahkan antara firmware dan software, hal ini dikarenakan keduanya merupakan istilah deskriptif yang cukup luas.

Hasil gambar untuk firmware

Awalnya, firmware hanya memiliki memory read-only (ROM) dan memori terprogram read-only (PROM). Firmware jenis tersebut didesain untuk bekerja secara permanen, tidak dapat diupdate ketika ada pembaharuan tertentu. Kemudian, chip PROM berkembang dan program di dalamnya dapat diperbaharui, yang kemudian dinamakan dengan EPROM (Erasable Programmable ROM). Walau begitu, EPROM ini cukup mahal, memakan waktu banyak untuk diperbaharui dan penggunaannya pun kurang praktis.

Setelah itu, firmware berkembang lagi dengan memori flash, yang lebih mudah digunakan dan lebih praktis untuk diupdate. Memodifikasi firmware pada sebuah perangkat keras bisa dilakukan, namun ada juga beberapa firmware yang tidak bisa diubah. Hal tersebut tergantung kepada penggunaan jenis ROM. Ada dua jenis ROM sebagai penyimpanan program firmware. Yaitu ROM yang bersifat read-only, perangkat yang mengugnakan ROM jenis ini tidak bisa diubah firmwarenya. Dan ada juga ROM yang bersifat read-write, yaitu semacam EEPROM atau Flash ROM, maka perangkat yang memakai ROM jenis ini, firmwarenya bisa diubah seperti dilakukan pembaharuan.

Dalam beberapa hal, berbagai komponen firmware sama pentingnya dengan sistem operasi dalam bekerjanya komputer. Namun, tidak seperti sistem operasi paling modern, firmware jarang memiliki mekanisme otomatis baik berevolusi memperbarui sendiri untuk memperbaiki masalah fungsionalitas mana pun terdeteksi setelah pengiriman unit. Sifat dari firmware secara garis besar hampir sama dengan sistem operasi pada sebuah komputer.

Seperti yang kita ketahui, apabila sebuah komputer tidak memiliki sistem operasi maka komputer tersebut tidak akan memberikan manfaat apa-apa, karena tidak mampu untuk menjalankan perintah-perintah dari penggunanya. Namun tetap ada perbedaan antara firmware dengan sistem operasi. Yang paling umum perbedaan tersebut terletak pada ketidakmampuan firmware untuk secara otomatis berevolusi memperbaharui sendiri ketika ada permasalahan pada fungsionalitas.

Fungsi Firmware

Seperti yang sudah dijelaskan pada pengertiannya tadi, firmware bisa dikatakan hampir sama seperti software. Hanya saja firmware lebih berpengaruh kepada kinerja suatu hardware atau perangkat dan sedangkan software tidak terlalu berpengaruh dalam sebuah perangkat, karena pada dasarnya, sebuah komputer tetap bisa dijalankan tanpa adanya software. Pada dasarnya, firmware berfungsi untuk mengendalikan perangkat keras.

Oleh karena itu dengan tanpa adanya firmware, maka perangkat keras tidak akan dapat beroperasi sebagaimana yang diharapkan. Terutama untuk alat elektronik berupa smartphone, yang mana seringkali perlu dilakukan update firmware, yang berfungsi untuk meningkatkan performa perangkat keras atau memperbaiki bug/kesalahan sistem yang ada.

Firmware sendiri mengandung instruksi-instruksi yang digunakan untuk mengoperasikan sebuah perangkat keras. Firmware untuk jaringan berfungsi untuk mengontrol, mengatur, menyaring, lalu lintas data yang diizinkan untuk mengakses jaringan privat sebuah perangkat lunak. Seperti contohnya adalah pada sebuah kamera, jika tidak ada firmware yang terdapat di dalamnya, maka kamera tersebut tidak akan bisa berfungsi selayaknya kamera pada umumnya.

Jadi, intinya adalah firmware berfungsi untuk mengatur kinerja suatu perangkat agar dapat berjalan atau bekerja sesuai dengan rancangan dari perangkat tersebut.

Contoh – Contoh Penggunaan Firmware

Hasil gambar untuk firmware

Firmware tidak hanya ada pada perangkat komputer saja, melainkan juga terdapat pada perangkat lainnya terutama pada perangkat elektronik yang sering kita gunakan dalam menjalani aktifitas sehari-hari. Berikut ini adalah contoh firmware berdasarkan penggunaannya, antara lain :

Pada Alat Elektronik

Seperti yang sudah kita ketahui, firmware bukan hanya terdapat pada komputer saja, melainkan juga terdapat pada perangkat elektronik. Contohnya adalah kalkulator, yang mana pada perangkat tersebut sudah disematkan dan terinstall firmware yang memang berguna agar alat tersebut dapat melakukan perhitungan angka yang benar dan valid sehingga tidak akan ada kesalahan perhitungan pada kalkulator tersebut. Sama halnya juga pada sebuah kamera digital, dibutuhkan firmware agar kamera tersebut bisa digunakan dengan baik.

Pada Komponen Komputer

Firmware sudah jelas juga terdapat di dalam perangkat komputer sehingga hardware yang ada di dalamnya bisa berjalan sesuai peranannya dan bisa digunakan dalam keseharian penggunanya. Contoh firmware yang terdapat dalam perangkat komponen komputer adalah :

  • BIOS

Adalah singkatan dari Basic Input Output System, merupakan suatu software (ditulis dalam bahasa assembly) yang mengatur fungsi dasar dari perangkat keras (hardware) komputer. BIOS tertanam dalam sebuah chip memory (ROM ataupun Flash Memory berbahan Comlpimentari Metal Oxide Semiconductor (CMOS) yang terdapat pada motherboard. Sebuah baterai yang biasa disebut sebagai baterai CMOS berfungsi untuk menjaga agar tanggal dan settingan lainnya yang telah kita set pada BIOS tidak hilang atau kembali ke konfigurasi awal meskipun komputer dimatikan.

Fungsi utama BIOS adalah untuk memberikan instruksi yang dikenal dengan istilah POST (Power On Selft Test) yaitu perintah untuk menginisialisasi dan identifikasi perangkat sistem seperti CPU, RAM, VGA Card, Keyboard dan Mouse, Hardisk drive, Optical (CD/DVD) drive dan hardware lainnya pada saat komputer mulai booting.

Hasil gambar untuk firmware

Cara kerja BIOS adalah dimulai dengan proses inisialisasi, dimana dalam proses ini kita bisa melihat jumlah memory yang terinstall, jenis hardisk dan kapasitasnya dan sebagainya. BIOS kemudian akan mencari, menginisialisasi dan menampilkan informasi dari Graphics Card. Kemudian akan mengecek device ROM lain seperti hardisk dan kemudian melakukan pengetesan RAM yaitu memory count up test. Setelah semua test komponen berhasil dilakukan, BIOS kemudian akan mencari lokasi booting device dan Sistem Operasi.

  • UEFI

Sama seperti halnya BIOS, UEFI menghubungkan antara hardware, firmware, dan OS dalam sebuah komputer. UEFI menjadi program yang pertama kali berjalan saat komputer dinyalakan. UEFI akan mengecek setiap komponen hardware yang terpasang di komputer, menyalakannya, mengaturnya, dan menyerahkannya ke sistem operasi melalui proses booting. UEFI awalnya dikembangkan oleh Intel dan diberi nama EFI. Namun sebuah group yang terdiri dari 140 perusahaan mengambil alih pengembangannya dan menamainya Unified EFI atau UEFI.

Hasil gambar untuk firmware uefi

Salah satu kelemahan UEFI hanyalah umurnya yang masih muda, sehingga belum semua sistem operasi mendukung firmware tersebut. Linux sebenarnya sudah support UEFI, namun sayangnya belum ada distro Linux yang mengoptimasi OS mereka dengan UEFI. Sebagian besar distro Linux masih belum memanfaatkan UEFI.

Pada Router Dan Firewall

Selain pada komputer dan perangkat elektronik lainnya, firmware juga terdapat pada perangkat jaringan seperti Router dan Firewall. Berikut ini adalah firmware yang terdapat pada kedua hal tersebut :

  • OpenWRT

OpenWrt merupakan proyek gratis dan open-source, mudah dan bebas diakses, dan berbasiskan komunitas. OpenWrt telah lama dijadikan sebagai best firmware solution di kelasnya. OpenWrt merupakan sistem operasi distribusi GNU/Linux untuk perangkat keras, biasanya untuk wireless router. OpenWrt memiliki fitur yang lengkap dan merupakan sistem operasi yang dapat dimodifikasi untuk mengoptimalkan wireless router. OpenWrt dilengkapi dengan package management.

OpenWRT

Dengan menggunakan OpenWrt kita bisa lebih bebas mengatur konfigurasi dan menyesuaikan package yang akan digunakan untuk meningkatkan kegunaan wireless router kita. OpenWrt pertama kali dibuat untuk Linksys GPL WRT54G, buildroot dari uclibc project. Versi pertama ini dikenal juga sebagai OpenWrt “stable release” dan sudah digunakan secara luas. Di awal 2005 beberapa developer baru bergabung dalam tim pengembang OpenWrt. Setelah beberapa bulan kemudian, di publikasikan OpenWrt versi “experimental”.

  • IPFire

IPFire adalah distribusi Linux yang fokus pada kemudahan setup, penanganan yang baik dan level atas untuk keamanan jaringan. Ia dapat diatur melalui antarmuka web secara intuitif dan menawarkan banyak opsi pada konfigurasi sistem, baik untuk sysadmin pemula maupun pakar. IPFire dibangun menggunakan Linux From Scratch (LFS) dan seperti pada Endian Firewall adalah merupakan fork dari IPCop.

IPFire

Sistem dasar IPFire telah menawarkan fitur seperti: server Proxy dengan fungsionalitas filter konten dan caching yang mendukung updates (misalnya Microsoft Windows Updates dan vendor Anti-Virus), sistem deteksi intrusi (Snort) berikut addon “guardian” VPN via IPsec dan OpenVPN, DHCP-server, Caching-nameserver, Time server, Wake-on-LAN (WOL), Dynamic DNS, Quality of Service, Outgoing firewall, System monitoring and Log-Analysis dan lainnya.

  • M0n0wall

Berikutnya adalah firmware yang mana bermanfaat untuk penggunaan firewall dalam sebuah jaringan. M0n0wall adalah sebuah embedded firewall software berbasiskan Sistem Operasi FreeBSD. Berbeda dengan Linux liveCD router, m0n0wall memiliki tampilan antarmuka yang lebih baik dengan menggunakan webGUI (Graphical User Interface) sehingga bagi beberapa orang yang menginginkan kemudahan, m0n0wall adalah jawabannya karena pada m0n0wall seluruh konfigurasi berbasiskan web jauh lebih menarik dan mudah jika dibandingkan dengan Linux live CD router.

M0n0wall

Sebelum melakukan konfigurasi pengguna lebih baik terlebih dahulu melihat dan mencatat konfigurasi alamat IP yang diberikan oleh pihak ISP (Internet Service Provider), subnet mask, DNS server, DHCP server, Gateway, dengan cara mengetikkan ipconfig /all atau ifconfig (Linux). Ini dimaksudkan supaya pada saat hendak melakukan konfigurasi router, tidak ada kesalahan dalam melakukan konfigurasi.

Perbedaan Firmware Dengan Software

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa firmware dan software merupakan dua hal yang bisa dikatakan hampir sama kegunaannya dan penerapannya. Sebenarnya firmware dan software merupakan dua hal yang sangat berbeda, baik dari pengertian maupun fungsinya. Kedua hal itu juga merupakan perlengkapan yang tidak bisa dipisahkan dari perangkat komputer, karena bila diibaratkan sebuah komputer PC adalah tubuh, lalu Firmware dan Software merupakan ruh dari tubuh komputer tersebut.

Hasil gambar untuk firmware vs software

Namun, walaupun kelihatannya dua hal ini hampir sama, nyatanya ada beberapa hal yang membedakan antara firmware dan software. Berikut ini adalah perbedaan antara firmware dan juga software, antara lain :

  • Dari Segi Penggunaan

Hal yang pertama yang bisa membedakan antara firmware dengan software adalah berdasarkan segi penggunaannya. Pada dasarnya software berguna untuk menghubungkan pengguna dengan komputer, sementara firmware bertujuan untuk mengendaikan perangkat keras. Contoh kecilnya, tentunya kita membutuhkan software yang mana berguna untuk mengetik sesuatu di komputer, ada interaksi antara pengguna dan komputer yang dijembatani dengan software. Berbeda halnya dengan lampu lalu lintas yang bekerja karena adanya firmware di dalamnya, yang mengendalikan lampu lalu lintas agar bisa otomatis berubah warna dari merah, kuning, dan hijau.

  • Pengubahan Informasi di Dalamnya

Perbedaan berikutnya ada pada pengubahan informasi yang ada di dalamnya. Perbedaan kedua ini terletak pada kebebasan pengguna untuk mengubahnya. Maksudnya adalah software memungkinkan pengguna untuk memproses data, menganalisa data, menghasilkan data, dan lainnya dengan bebas. Pengguna bisa memberikan input yang kemudian diolah oleh software tersebut. Namun demikian berbeda halnya dengan firmware yang cukup terbatas, pengguna tidak dapat mengubahnya, walaupun masih bisa melakukan upgrade.

  • Memori

Perbedaan yang berikutnya terletak pada bagian memori yang biasanya dipakai pada software dan firmware. Untuk software, biasanya diperlukan memori yang relatif lebih besar dibandingkan firmware, hitungannya mulai dari beberapa kB (kiloByte) hingga GB (GigaByte). Sementara itu, untuk firmware, memori yang ditempati sangat kecil, paling besar hanya beberapa kB saja.

  • Risiko Penggantian

Perbedaan keempat terdapat pada risiko mengganti firmware/software. Untuk firmware tertentu, bisa saja diganti dengan update firmware yang lebih lengkap fiturnya, namun caranya cukup sulit dan jika tidak dilakukan dengan benar, perangkat keras bisa-bisa sama sekali tidak bekerja. Sementara itu, untuk software, pengguna lebih fleksibel untuk menghapus, mengupdate, mengganti dengan jenis lainnya tanpa perlu khawatir perangkat keras bermasalah.

  • Letak Memori

Perbedaan selanjutnya terletak pada dimana memori firmware/software disimpan. Untuk firmware, memori tertanam langsung di dalam sebuah perangkat keras, sementara software menempati memori yang lebih mudah diakses oleh pengguna komputer. Terakhir, software lebih sering mengalami upgrade dan informasi di dalamnya sering berubah seiring dengan eksekusi aplikasi. Berbeda dengan firmware yang tidak terlalu berubah banyak ketika bekerja kecuali jika diutak-atik pengaturannya.

Setelah membaca ulasan pada artikel mengenai firmware ini, tentunya kita mengetahui bahwasannya firmware dan software merupakan dua hal yang berbeda namun memiliki kegunaan yang hampir mirip satu sama lain yaitu agar hardware yang terdapat di dalam suatu perangkat dapat bekerja dengan baik sesuai dengan rancangannya. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan serta pengetahuan bagi kita semua yang membacanya.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: