Tips & Tricks, Tutorial, Web Development

Kenali Pesan Error pada website anda

Juli 25, 2018

1. Error 404 (Not Found)

website error 404

Penyebab

Error 404 Not Found biasa disebut sebagai broken link. Umumnya kesalahan ini terjadi karena adanya kesalahan penulisan URL, URL halaman telah diubah oleh si pengunggah, halaman yang Anda akses sudah tidak tersedia, atau malah halaman tersebut telah dihapus oleh admin website.

Cara Mengatasi

Pengaturan URL umumnya ditangani oleh script .htaccess. Silakan periksa apakah file .htaccess berada dalam root document/public html Anda (Note: pastikan Anda sudah mengaktifkan fitur show hidden files pada cpanel Anda).

Apabila Anda pemilik website, dan website Anda menemui permasalahan ini, silakan periksa daftar postingan yang Anda buat. Selain itu, lihat juga apakah ada pengaturan mengenai URL Access. Anda bisa menyesuaikan URL pada pengaturan postingan Anda dengan URL Access yang Anda inginkan.

Kemudian, apabila permasalahan terletak pada hilangnya konten yang Anda akses, Anda dapat membuat konten baru yang serupa. Anda juga dapat melakukan mengalihkannya ke halaman lain melalui fitur Redirect pada cpanel jika konten yang hilang tersebut tidak ingin Anda tampilkan lagi.

Selain Error 404, ada sejumlah pesan kesalahan lain yang sering ditemui. Berikut kami berikan ulasannya kepada Anda, lengkap dengan cara mengatasinya.

2. Error 403 (Forbidden)

Website error 403 forbidden

Penyebab

Error 403 umumnya terjadi karena permasalahan pada permission/hak akses suatu halaman atau script. Umumnya folder dalam website menggunakan permission 755, sedangkan script website menggunakan permission 644. Namun ingat, tidak semua script menggunakan permission ini. Beberapa script khusus menggunakan set permission bernomor lain mengeksekusi suatu perintah.

Cara Mengatasi

Untuk mengatasi permasalahan mengenai Error 403 ini, Anda dapat coba login ke file manager. Kemudian, periksa permission script website Anda. Pastikan bahwa permission/hak aksesnya adalah 755 untuk folder dan 644 untuk script website. Apabila Anda melihat adanya script/folder yang memiliki permission berbeda dari apa yang telah kami sebutkan, silakan ubah sementara ke value di atas.

3. Error 500 (Internal Server Error)

website internal server error

Penyebab

Error 500 umumnya terjadi karena adanya permasalahan komunikasi antara server dan script website Anda. Hal ini juga dapat disebabkan oleh perubahan konfigurasi file .htaccess. Beberapa faktornya antara lain: perubahan yang tidak disengaja, instalasi plugin/extension yang melakukan pada htaccess, maupun terhapusnya file .htaccess. Salah satu fungsi file .htaccess adalah mengatur bagaimana server dapat mengakses script website yang Anda miliki.

Cara Mengatasi

Untuk mengatasi Error 500, silakan periksa apakah file .htaccess terdapat pada document root server hosting Anda. Jika ada, periksa juga apakah ada pengaturan file .htaccess yang berubah.

Apabila Anda tidak mengetahui pengaturan file .htaccess pada website yang Anda miliki, Anda dapat menanyakannya pada programmer website Anda. Alternatifnya, Anda dapat meminta bantuan kepada tim dukungan teknis penyedia layanan hosting Anda.

Solusinya sedikit berbeda apabila Anda menggunakan CMS (Content Management System) untuk website. CMS seringkali memiliki standar pengaturan script tersendiri. Karenanya, Anda dapat mencoba memeriksa pengaturan default .htaccess pada website pengembang CMS tersebut. Selain itu Anda juga dapat bertanya pada forum komunitas CMS yang Anda gunakan jika permasalahan masih terjadi.

4. Error 503 (Service Unavailable)

website error 503

Penyebab

Error 503 dapat terjadi karena adanya permasalahan server. Beberapa faktornya antara lain server down, adanya maintenance, atau resource server yang Anda gunakan sedang tinggi.

Cara Mengatasi

Coba lakukan ping ke website Anda (Anda dapat menggunakan koneksi berbeda jika diperlukan) dan periksa apakah ada reply dari server website Anda atau tidak (jika tidak, ini berarti time out).

Apabila Anda hanya memiliki 1 buah koneksi internet, Anda dapat mencoba menggunakan beberapa tool ping seperti: https://tools.pingdom.com/ atau http://downforeveryoneorjustme.com/.

Login cpanel Anda dan cek Resource Usage pada server hosting yang Anda gunakan. Jika penggunaan resource pada akun Anda tinggi, Anda perlu memeriksa file website/plugin yang Anda miliki. Periksa juga script/plugin mana yang berpotensi memberatkan server, kemudian non-aktifkan terlebih dahulu. Selanjutnya Anda bisa mencoba mengakses website kembali setelah penggunaan resource menurun.

Semisal penggunaan resource pada hosting Anda dalam taraf normal namun masih menemui Error 503, Anda dapat menghubungi administrator layanan hosting yang Anda gunakan. Karena, bisa jadi, terdapat faktor penyebab lain misalnya permasalahan dari server utama.

5. Error 504 (Gateway Time-out)

website error 504

Penyebab

Pesan Error 504 Gateway Time-out umumnya terjadi karena request (permintaan) data yang terlalu lama ke server. Selain itu, permasalahan ini juga dapat dipengaruhi oleh gangguan pada penyedia layanan internet, pembagian serta pengunaan data akses yang tidak seimbang, kesalahan jaringan server di Internet maupun koneksi internet pada komputer yang Anda gunakan.

Cara Mengatasi

Anda dapat mencoba mengakses website tujuan menggunakan proxy terlebih dahulu untuk memastikan dimana letak permasalahan utama. Apakah permasalahan terletak pada provider internet yang Anda gunakan? Atau malah penyedia layanan hosting Anda yang bermasalah?

Jika akses menggunakan proxy dapat berjalan lancar, Anda perlu menghubungi tim dukungan teknis layanan hosting Anda untuk bantuan lebih lanjut. Langkah ini bisa Anda ambil sebagai upaya berjaga-jaga. Bisa jadi, terdapat pemblokiran layanan yang tidak Anda ketahui.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: