Review, Sejarah

Mengenal Rapsberry Pi

April 10, 2018

Raspberry Pi adalah komputer yang seukuran dengan kartu kreadit yang bisa digunakan untuk menjalan aplikasi perkantoran , aplikasi games dan sebagai media player yang beresolusi tinggi atau sering di sebut komputer singel board (singel-board circuit;SBC). Rasberry Pi atau disingkat dengan nama Raspi dikembangkan oleh yayasan nirlaba (Rasberry Pi Foundation) dan di kembangkan oleh ahli komputer dari Universitas Cambridge, Inggris.

Raspberry Pi memiliki dua model: model A dan model B. Secara umum Raspberry Pi Model B memiliki kapasitas penyimpanan RAM sebesar 512 MB. Perbedaan model A dan B terletak pada modul penyimpanan yang digunakan. Model A menggunakan penyimpanan sebesar 256 MB dan penyimpanan model B sebesar 512 MB. Selain itu, model B sudah dilengkapi dengan porta Ethernet (untuk LAN) yang tidak terdapat di model A. Desain Raspberry Pi didasarkan pada SoC (system-on-a-chip) Broadcom BCM2835, yang telah menanamkan prosesor ARM1176JZF-S dengan 700 MHz, GPU VideoCore IV, dan RAM sebesar 256 MB (model B). Penyimpanan data tidak didesain untuk menggunakan cakram kerasatau solid-state drive, melainkan mengandalkan kartu penyimpanan tipe SD untuk menjalankan sistem dan sebagai media penyimpanan jangka panjang.

Saat ini ada beberapa model raspberry pi yang sudah di produksi dan di jual dipasaran, beberapa model tersebut antara lain adalah Raspberry pi 3 model B, pi 2 model B, Pi Zero, Pi Zero W dan Pi 1 Model B+ dan Model A+

Product SoC Speed RAM USB Ports Ethernet Wireless  /Bluetooth
Raspberry Pi Model A+ BCM2835 700Mhz 512MB 1 No No
Raspberry Pi Model B+ BCM2835 700Mhz 512MB 4 Yes No
Raspberry Pi 2 Model B BCM2836 or BCM2837 900Mhz 1GB 4 Yes No
Raspberry Pi 3 Model B BCM2837 1200Mhz 1GB 4 Yes Yes
Raspberry Pi Zero BCM2835 1000Mhz 512MB 1 No No
Raspberry Pi Zero W BCM2835 1000Mhz 512MB 1 No Yes

a

Keterangan

  • Raspberry Pi Model A+ adalah varian model termurah dari Pi Raspberry. Model ini memiliki RAM 512MB (per Agustus 2016: model sebelumnya memiliki 256MB), satu port USB, 40 pin GPIO, dan tidak ada port Ethernet. Pi Model B+ adalah revisi akhir dari Raspberry Pi asli. Ini memiliki RAM 512MB, empat port USB, 40 pin GPIO dan port Ethernet.
  • Raspberry Pi 2 Model B, generasi kedua dari Raspberry Pi. Model Pi 2 berbagi banyak spesifikasi dengan Pi 1 B +, dan awalnya menggunakan CPU quad-core ARM Cortex-A7 900MHz dan memiliki RAM 1GB. Beberapa versi terbaru dari Pi 2 (v1.2) sekarang menggunakan CPU ARM Cortex-A53 900Mhz.
  • Raspberry Pi 3 Model B diluncurkan pada bulan Februari 2016. Menggunakan CPU Mid-core 64MHz quad-core ARM Cortex-A53, memiliki RAM 1GB, LAN nirkabel 802.11n terpadu, dan Bluetooth 4.1. Pi 3 Model B ini adalah model yang kami rekomendasikan untuk digunakan di sekolah atau mahasiswa karena fleksibilitasnya bagi pelajar.
  • Pi Zero dan Pi Zero W berukuran setengah dari Model A +, dengan CPU single-core 1Ghz, RAM 512MB, port mini-HDMI, USB On-The-Go dan konektor kamera. Tipe ini juga telah mengintegrasikan LAN nirkabel 802.11n dan Bluetooth 4.1.

 

Fungsi-fungsi Rasberry PI yang bisa diterapkan :

1. Sebagai komputer desktop mini pengganti PC atau notebook 

Kecilnya ukuran dan rendahnya daya yang dipakainya merupakan daya tarik tersendiri bagi pengguna yang mementingkan kepraktisan, kecilnya penggunaan daya, serta kesenyapan. RPi memang lebih senyap dibandingkan komputer desktop yang kita pakai di rumah. Ini karena RPi tidak memiliki bagian yang bergerak seperti kipas atau motor penggerak hard disk.

2. Sebagai file server
Generasi RPi apa pun baik pertama maupun kedua, akan bisa difungsikan sebagai file serverdengan pengaturan yang tepat. Berbasis Samba, kita bisa memanfaatkan aneka hard disk eksternal (yang dihubungkan ke Raspberry Pi via port USB) untuk menjadi media penyimpan data. Kita bisa berbagi file film, dokumen, musik, atau foto dengan sesama pengguna lain di rumah atau di kantor. Ini membuat kita seolah-olah memiliki file server atau NAS sendiri.

3. Sebagai download server
Pengontrolan dan pengelolaan file yang akan diunduh (download) pada RPi ini bisa dilakukan via web. Kita cukup mengakses alamat web Transmission itu menggunakan browser, baik via komputer desktop maupun via smartphone atau komputer tablet. Kita bisa mengatur agar hasil unduhan itu diletakkan pada hard disk yang di-sharing pada file server (di poin kedua di atas) sehingga saat proses download selesai, kita bisa menikmati hasil unduhan ini secara langsung via jaringan.

4. Sebagai web server

Raspberry Pi juga bisa dipakai sebagai web server.  Kita bisa memasang Nginx Web Server, Apache Web Server, atau Lighttpd Web Server dan membuat situs web kita sendiri. Kita bisa memasang WordPress untuk membuat blog sendiri di rumah yang bisa diakses dari mana saja selama Raspberry Pi tersebut terhubung ke internet. Dengan demikian, kita bisa belajar sendiri pemrograman dan desain web di rumah berrmodalkan Raspberry Pi yang kita miliki.

5. Sebagai database server

Jika kita membutuhkan database server baik untuk kepentingan situs web (misalnya WordPress) atau untuk kepentingan pembelajaran dan penyimpanan data, kita bisa memasang MySQL Server atau MariaDB Server di Raspeberry Pi yang kita miliki. Proses instalasinya sendiri cukup mudah karena Raspbian OS yang dipakai oleh Raspberry Pi dikembangkan berdasarkan sistem operasi Debian Linux. Dengan demikian, kita bisa bereksperimen untuk belajar PHP dan MYSQL menggunakan Raspberry Pi yang murah.

6. Sebagai access point
Dengan menancapkan sebuah adapter Wi-Fi yang kompatibel dengan Raspbian, kita bisa mengubah RPi menjadi sebuah access point. Untuk melakukan ini, diperlukan penambahan aplikasi seperti hostapd dan dhcp server. Hostapd merupakan aplikasi server untuk mengelola adapter Wi-Fi yang akan berfungsi sebagai access point. Hostapd sekaligus melakukan proses validasi terhadap permintaan koneksi dari klien yang akan terhubung kepadanya. Sementara dhcp server bertugas menyediakan alamat IP yang akan dipakai oleh klien setelah proses validasinya berhasil dilakukan oleh hostapd.

7. Sebagai DNS server 
Jika kita merasa sebal dengan kinerja server DNS ISP yang lambat, kita bisa memasang sendiri server DNS pada RPi. Tentunya, server DNS ini hanya berfungsi sebagai caching yang akan menampung semua informai DNS dari server DNS yang memiliki otoritas untuk menjawab semua pertanyaan (query) domain. Namun demikian, keberadaan server DNS ini dalam jaringan lokal bisa mengurangi permintaan ke luar jaringan. Kita pun bisa memasang sendiri file pemblokir domain iklan dalam jaringan agar aneka iklan yang mengganggu akan terblokir secara otomatis.

Aplikasi yang bisa dipakai untuk keperluan ini misalnya BIND 9 atau djbdns. Kita bisa memilih aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita untuk mengelolanya. Penulis sendiri telah mencoba menggunakan BIND 9 pada RPi 1 dengan RAM hanya 256 MB. Sejauh ini, hasilnya cukup baik.

8. Sebagai multimedia player
Menggunakan OSMC (sebelumnya Raspmbc) atau OpenElec, kita bisa memanfaatkan Raspberry Pi generasi 1 atau 2 untuk memainkan aneka film, musik, melihat foto, bahkan menjelajahi Youtube dan Facebook via TV lawas kita. Hal ini dimungkinkan karena RPi memiliki port RCA atau A/V yang biasanya tersedia di TV tabung lawas. Dengan demikian, kita bisa menonton aneka film HD atau full-HD di TV lawas kita atau sekadar menjelajahi Facebook dan Youtube tanpa perlu menggunakan komputer lagi. Tentunya, sepanjang koneksi internet tersedia. Tentunya akan menarik bukan mengubah TV lawas alias jadul menjadi “smart TV” yang tidak kalah dengan smart TV berbasis LCD?

9. Sebagai “otak” smart home atau internet of things (IoT)

Selain fungsi komputasi seperti sudah disebut sebelumnya, Raspberry Pi juga memiliki fungsi lain yakni sebagai pengolah data dan pengendali aneka perangkat internet of things atau smart home. Pada fungsi ini, Raspberry Pi akan mengendalikan aneka komponen yang terpasang dalam jaringan IoT. Untuk kepentingan ini, Raspberry Pi bisa dihubungkan ke Arduino atau ke modul Wi-Fi (seperti ESP 8266). Lalu, perangkat-perangkat itu dipakai untuk misalnya mematikan lampu dari jauh, membuka pintu garasi via internet, atau membunyikan alarm saat kaca pecah ditendang perampok.

Demikian review tentang si rapsi semoga bermanfaat . Terima Kasih

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: