Ngoding, Review

Beberapa Contoh Framework yang sering di gunakan web programer saat ini

Maret 4, 2018

Framework kalau di artikan secara singkat adalah wadah /kerangka kerja.

Menurut Wikipedia “Framework adalah suatu struktur konseptual dasar yang digunakan untuk memecahkan atau menangani suatu masalaha kompleks.

Jadi, singkatan framework adalah wadah/kerangka kerja dari sebuah website yang akan kita bangun. Dengan adanya kerangaka kerja tersebut, maka kita bisa lebih mempercepat waktu dalam pembuatan website sekaligus  memudahkan melakukan perbaikan dari sebuah website.

Berikut beberapa contoh framework yang sering digunakan oleh web programer :

 

CodeIgniter :  

Codeigniter merupakan aplikasi open source yang berupa framework PHP dengan model MVC (Model, View, Controller) untuk membangun webstie dinamis dengan menggunakan PHP.

Codeigniter mempermudah Developer untuk membuat aplikasi web dengan cepat mudah dibandingkan dengan membuatnya dari awal. Codeigniter dirilis pertama kali pada 28 Februari 2006.

 

 

 

CakePHP :

CakePHP merupakan sebuah rapid development framework yang gratis dan opensource untuk PHP. CakePHP adalah sebuah framework untuk membuat aplikasi CRUD (Create, Read, Update, Delete) berbasis pemograman PHP.

CakePHP juga memnjadi salah satu framework pilihan yang memungkinkan seseorang pengembang web untuk membuat sebuah aplikasi dengan karakter pengembangan RAD (Rapid Application Development), yang memungkinkan untuk digunakan dan dikembangkan menjadi aplikasi lain yang lebih kompleks.

 

Laravel :  

Laravel merupakan web application framework berbasis PHP yang open source, Menggunakan konsep MVC (Model, View, Controller). Laravel berada dibawah lisensi MIT License, dengan menggunakan Github sebagai tempat berbagi kode. Desember 2013, Laravel menempati PHP framework terpopuler dan berada diatas PHP framework lain seperti Phalacon, Symfony2, Codeigniter dan lainnya.

 

 

 

Yii Framework :

Yii adalah framework PHP berbasis-komponen dan bekinerja tinggi untuk pengembangan aplikasi web berskala besar.

Yii menyediakan reusability maksimum dalam pemograman Web dan mampu meningkatkan kecepatan pengembangan secara signifikan. Nama Yii merupakan singkatan dari Yes it is.

 

 


PHPixie :

PHPixie dimulai sebagai kerangaka mikro dan secara bertahap berkembang menjadi salah satu kerangka kerja PHP Fullstack paling populer , namun tetap mempertahankan kinerja tinggi. Hal ini dikarenakan asitektur ketat yang menghindari perangkap umum seperti ketergantungan pada metode statis, lingkup global, lajang dan antipaterrerns lainnya, dengan demikian juga memastikan bahwa kode mudah dibaca, debug memperluas dan tes. Bahkan semua komponen PHPixie mengandalkan cakupan unit test penuh. Ini adalah kerangaka PHP yang tidak akan pernah berdiri di jalan Anda dan memberi Anda kontrol penuh atas aliran eksekusi, mudah untuk belajar dan mudan untuk menguasai.

 


Symfony : 

Symfony adalah sebuah framework lengkap yang di desain untuk mengoptimalkan pengembangan aplikasi berbasis web dengan menyuguhkan beberapa fitur-fitur andalan. Untuk pemula Symfony mengelompokkan aturan-aturan bisnis aplikasi, logika server, dan tampilan presentasi. Symfony menyediakan bermacam-macam alat dan class-class yang di tunjukan untuk memperpendek waktu pengembangan sebuah aplikasi web komplek. Symfony mengotomatisasi tugas-tugas umum sehingga pengembangan dapat memfokuskan diri pada spesifikasi aplikasi secara keseluruhan. Sebagai hasil ahir, dengan kelebihan-kelebihan ini berarti bahwa tidak perlu lagi menemukan (reinvent the wheel) ketika sebuah aplikasi web baru akan di bangun.

 

 

Flask :

Flask adalah web fremework untuk bahasa pemograman Python, yang memudakan penggunaan Python dalam pengembangan aplikasi berbasis web. Flask sendiri juga dikembangkan menggunakan Python dan pustaka Werzeug, yaitu pustaka WSGI yang digunakan untuk melakukan pemetaan rute URL (Routing) dan pelacakan kesalahan (debugging) pada aplikasi WSGI

 

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: