Networking, Review

Routing Jaringan Komputer

Februari 25, 2018

Apa itu Routing atau pe-rute -an ? Mungkin dari sebagian Tenaga IT  sudah memahami  konsep dan arti dari Routing, dan disini kita bahas bersama apa sih itu Routing / perutaan sebagai catatan kecil untuk Tenaga IT Profesional dan bagi orang awam.

Kalau di lihat pengertian Routingan menurut wikipedia :

“Routing : sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui sebuah antar-jaringan (internetwork). Penghalaan juga dapat merujuk kepada sebuah metode penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data dapat dialirhantarkan dari satu jaringan ke jaringan selanjutnya”

sudah pada mengerti?

ok kalau belum mari kita lanjut…. 😀

Routing bisa dikatan merupakan sesuatu hal yang mutlak dari jaringan komputer. Tanpa proses routing mustahil data yang di kirimkan oleh suatu node akan sampai tujuan. Logikanya, Anda tidak akan mengirimkan sebuah paket atau bingkisan kepada sanak saudara atau teman anda yang berada di kota, provinsi,atau negara yang berbeda tanpa menggunakan jasa pengiriman barang atau pos. Ketika anda memberikan mandat kepada seorang jasa pos untuk mengirimkan paket Anda, maka pihak pengiriman  akan memerikasa kelengkapan-kelengkapan yang di perlukan seperti identitas pengiriman, identitas penerima, alamat tujuan, nomor bangunan kantor atau tempat tinggal serta nomor yang dapat di hubungi.

Dari contoh kejadian diatas juga terjadi pada sebuah model jaringan komputer, tetapi jasa posnya adalah Router. Router akan memerikasa alamat pengirim data serta alamat tujuan lalu mencocokannya dengan tabel routing.

Routing pada jaringan komputer merujuk pada sebuah proses pengambilan data dari sebuah perangkat dan mengirimkan data dari sebuah pertangkat dari satu jaringan keperangkat tujuan pada jaringan atau network yang berbeda. Proses Routing menggunakan alamat network dan alamat tujuan MAC Address digunakan untuk mengirimkan data dari router tepat kepada host tujuan serta memastikan bahwa paket data yang dikirim benar-benar sampai kepada host yang tepat. Agar dapat saling tehubung satu sama lain, router harus mengenali setiap jaringan atau network yang terhubung dengannya, baik yang terhubung langsung  (directly connected) maupun terhubung melalui perantara router lain (remote network). Setiap network address yang telah dikenali oleh router akan disimpan dalam tabel routing yang dimilikinya. Tabel Routing berisi alamat- alamat network tujuan beserta alamat gateway yang digunakan untuk mencapai suatu network tujuan atau yang juga disebut sebagai entry route. Tabel routing di gunakan oleh router sebagai panduan untuk memilih jalur terbaik dalam mengirimkan sebuah paket data ke tujuan. Contoh proses routingan  dapat dilihat pada gambar topologi  sederhana berikut.

 

 

Berdasarkan topologi diatas Host A harus dapat mengenali Host B melaluit router dan begitu juga sebaliknya.

Melakukan pengisian entry route pada tabel routing dapat di lakukan dengan 2 (dua) cara,

  • Pertama seorang adminstrasi dapat memasukkan setiap entry route secara manual ke dalam router. Proses pemasukan entry route atau network address tujuan secara manual ini dikenali sebagai static route.
  • Router secara otomatis akan mengisi sendiri entry route pada tabel routing  yang dimilikinya dengan saling bertukar informasi dengan router-router lain yang saling berhubungan dengan menggunakan sebuah protokol routing yang telah disepakat, proses ini disebut juga sebagai dynamic routing.

 

 

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: